Indonesia
saat ini tengah dihadapkan pada situasi yang begitu sangat tidak terkendali.
Dengan penyebaran Covid-19 yang meningkat disetiap harinya. Kondisi ini menjadi
saat menakutkan mengingat bahwa hampir sebulan ini pasien yang positif Covid-19
sebanyak 1.155 orang. Dari sini kita harus sadar betapa pentingnya antisipasi
baik dari pemerintah dan masyarakat yang harus saling kerjasama untuk menekan
laju penyebaran Covid-19 di Indonesia.
Seperti
yang disampaikan oleh Hamdan Juhannis, Rektor UIN Alauddin Makassar. Bahwa kita
akan menang dalam perang melawan Covid-19. Dengan cara yang ditawarkan bahwa
kekompakan yang paling utama. Saat pemerintah telah mengeluarkan kebijakan
social distancing yang melarang adanya sebuah perkumpulan dan mengurangi
aktivitas keluar rumah jika tidak ada kepentingan maka sebaiknya seluruh
masyarakat harus berpartisipasi untuk menerapkannya.
Adanya
surat edaran yang dikeluarkan Rektor UIN Alauddin Makassar dengan ditiadakannya
perkuliahan tatap muka yang diganti dengan perkulihan daring selama satu
semester sampai tanggal 12 Juni, ini membuktikan bahwa beliau telah tanggap
dalam mengambil keputusan untuk membantu pemerintah dalam menekan penularan
Covid-19. Sesuai yang beliau sampaikan bahwa mari membantu pemerintah untuk
sukseskan gerakan social distancing bukan menjadi kelompok kerumunan yang
selalu dibubarkan oleh aparat.
Jika
tidak ingin melihat Indonesia menjadi kota mati mulai saat ini mari berhenti
mengirim berita-berita hoax yang memberikan kepanikan dan melemahkan optimisme
masyarakat. Berhentilah mengirim video kematian orang yang sebenarnya meninggal
bukan karena Covid-19 karena ini membuat masyarakat semakin tidak berani untuk
memeriksakan diri sendiri jika terkena kejala atau sakit biasa. Mari memblokir
berita media yang merusak suasana hati, dengan ini maka kita harus optimis
bahwa kita akan memasuki bulan puasa dengan kemenangan.


0 komentar:
Posting Komentar